Belajar SEO |
| Posted: 23 Mar 2011 04:07 AM PDT Berita Radiasi Nuklir Jepang - Radiasi di atas normal seperti diatur undang-undang nuklir Jepang ditemukan di produk susu dan bayam tidak jauh dari Reaktor No 1 Fukushima di timur laut Tokyo. Begitu pula halnya dengan tap water (air keran yang di negara Jepang bisa langsung dikonsumsi, Red) di Tokyo dan beberapa prefektur sekitar Fukushima Menurut Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano, produk susu yang terkontaminasi itu ditemukan di Prefektur Fukushima, sekitar 30 kilometer dari reaktor. Jarak itu berada di luar zona penelitian dampak radiasi versi pemerintah. Adapun bayam yang terkena radiasi berada di Prefektur Ibaraki, tetangga Fukushima. Edano juga memastikan, pemerintah langsung memerintah pihak berkuasa di dua prefektur agar mengecek asal produk susu dan bayam itu. Begitu juga, bagaimana barang-barang tersebut didistribusikan. ''Pemerintah akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk menghindari hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan,'' kata Edano. ''Ini memang hal yang mengkhawatirkan. Tapi, saya meminta Anda semua agar tenang.'' Edano juga memberikan jaminan, sekalipun levelnya berada di atas normal, tidak berarti barangbarang terkontaminasi itu langsung memicu kematian jika dikonsumsi. ''Kecuali tentu jika dikonsumsi secara berulang-ulang dalam waktu beruntun,'' kata Edano. Namun, apa pun jaminan pemerintah, tetap saja temuan terbaru itu semakin menambah kekhawatiran warga terhadap dampak krisis nuklir di reaktor Fukushima. Reaktor tersebut bocor akibat gempuran gempa bumi 8,9 skala Richter yang disusul tsunami pada 11 Maret silam. Sadar akan hal itu, Tokyo pun akhirnya resmi melarang penjualan produk-produk makanan yang dihasilkan dari wilayah di sekitar reaktor Fukushima. Langkah itu didukung Badan Tenaga Atom Internasional. ''Meski radioaktif iodin hanya punya daya hidup delapan hari dan selanjutnya akan memudar secara alami dalam beberapa minggu, tetap ada risiko jarak pendek terhadap kesehatan manusia jika makanan yang terkontaminasi dikonsumsi,'' kata Badan Tenaga Atom Internasional dalam rilisnya seperti dikutip situs koran Inggris The Guardian. Apa lagi juga ditemukan tingginya kadar iodin di tap water di Tokyo dan Prefektur Ghunma, Tochigi, Saitama, Chiba, dan Niigata yang bertetangga dengan Prefektur Fukushima yang diyakini juga akibat radiasi. Seperti halnya pada susu dan bayam di Fukushima dan Ibaraki, pemerintah juga menyatakan tap water terkontaminasi itu tidak serta merta berbahaya bagi pengonsumsinya. Screening terhadap makanan sudah mulai diinstruksikan oleh pemerintah Jepang agar dilakukan pemerintah lokal mulai Kamis lalu (17/3). Itu menyusul adanya insiden di reaktor Fukushima yang berada 250 kilometer barat laut Tokyo. Itu merupakan instruksi pertama yang dikeluarkan pemerintah Jepang terkait batas radiasi legal untuk makanan produk lokal. Batasan untuk tiap jenis makanan berbeda, bergantung tinggi rendahnya kandungan radioaktif yang ditemukan. Parameter yang digunakan juga disesuaikan dengan standar internasional. Meski dipuji, langkah pemerintah Jepang tersebut sudah pasti sangat merugikan para peternak dan petani. Susu batal didistribusikan dan bayam tidak jadi dipanen. ''Kami harus menunda semua pengiriman produk kami. Saya sungguh tidak tahu apa yang harus kami lakukan mulai besok. Saya sungguh tidak tahu apa kami masih punya masa depan (di bisnis ini),'' ujar Hideki Mukaitsubo, presiden Asosiasi Produsen Susu di Prefektur Fukushima, kepada AFP. Untunglah, selain meminta maaf, pengelola rektor Fukushima, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), juga berancang-ancang memberikan kompensasi kepada mereka. Namun, bagaimana mekanisme dan berapa besaran kompensasinya masih akan dibahas lebih lanjut. Langkah Jepang melarang penjualan makanan dan minuman yang terkontaminasi langsung disikapi sejumlah negara lain. Beberapa negara Asia menyatakan akan lebih ketat memeriksa produk dari Negeri Matahari Terbit tersebut. Inisiatif serupa juga akan dilakukan para anggota Uni Eropa. Bahkan, seperti juga dilaporkan AFP, Rusia sampai mengetes ikan dan air laut yang diambil dari Samudera Pasifik. Itu dilakukan untuk mengetahui apakah dua jenis objek penelitian tersebut sudah terkena radiasi dari kebocoran reaktor nuklir di Jepang. Rusia adalah negeri yang ''berbagi'' Samudera Pasifik dengan Jepang. Penelitian ikan dan air laut itu dilakukan di Pusat Penelitian Perikanan Pasifik yang berlokasi di Vladivostok. Hingga berita ini ditulis, hasil penelitian menunjukkan belum adanya tanda- tanda kontaminasi akibat krisis nuklir Jepang di perairan Pasifik yang masuk wilayah Rusia. Yang jelas, radiasi pada makanan dan susu serta reaksi negaranegara di Asia dan Eropa akan semakin memperberat tugas Jepang untuk bangkit dari keterpurukan akibat gempuran gempa bumi dan tsunami. Wajar kalau kemudian rezim berkuasa di Jepang yang dipimpin Perdana Menteri Naoto Kan menjadi sasaran cercaan. ''Yang seharusnya dilakukan perdana menteri adalah turun ke lapangan dan makan bayam serta minum susu yang katanya terkontaminasi itu. Kabar (radiasi di makanan dan minuman) itu bakal langsung memantik rumor berbahaya,'' tulis seorang yang menggunakan nama _ntg di akun Twitter-nya. Sementara itu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI meningkatkan pengawasan terhadap produkproduk makanan impor asal Jepang. Itu ditempuh menyusul potensi ancaman radiasi nuklir yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima. Pasalnya barang impor terutama makanan dikhawatirkan tercemar paparan radiasi nuklir. Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa negara pengimpor pangan dari Jepang yang mulai memproteksi arus masuk makanan dari Negeri Sakura. "Kami sangat serius dan hatihati dalam hal ini,'' ujar Kepala BPOM RI, Kustantinah di Jakarta kemarin (20/3). BPOM memfokuskan pengawasan secara lebih ketat terutama bagi makanan impor yang masuk ke Indonesia pasca kebocoran PLTN Fukushima pada (11/4) lalu. Walaupun produk impor pangan dari Jepang ke Indonesia hanya sekitar tiga persen, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat dan melekat terhadap produk impor di enam daerah pintu masuk utama. "Yang dikapalkan setelah ledakan PLTN Fukushima kami minta dilengkapi dengan sertifikat bebas radiasi dari pihak-pihak yang berwenang mempunyai tanggung jawab mengeluarkan itu,'' kata Kustantinah. BPOM juga menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk menjaga kemungkinan risiko keamanan produk pangan dari Jepang. ''Kita lakukan uji sampel terhadap kemungkinan pencemaran radiasi,'' kata dia. Jumlah produk makanan dan minuman di Indonesia yang diimpor dari Jepang memang tidak banyak yakni sekitar 3 persen. Namun, setelah negeri itu dilanda krisis nuklir dan ada laporan peningkatan radiasi, muncul potensi beberapa produk tersebut untuk terpapar radiasi. Kepala Bapeten, As Natio Lasman mengatakan, BPOM akan menyerahkan beberapa produk impor kepada pihaknya. Sedangkan proses screening akan dilakukan Bapeten yang memang memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan hal tersebut. Untuk menjaga independensi terhadap hasil analisa, nantinya Bapeten akan menunjuk Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai pelaksana analisa. ''Media makanan merupakan salah satu cara zat radioaktif untuk masuk ke dalam tubuh, selain lewat inhalasi atau pernafasan.'' Kata As Natio. *#Indopos.co.id (Berita Radiasi Nuklir Jepang) |
| You are subscribed to email updates from Berbagi ilmu To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Demikian artikel tentang Belajar SEO ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Belajar SEO ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

